Senin, 11 April 2011

Problematika Remaja dan Solusinya

بسم الله الرحمن الرحيم
Probelamatika remaja di jaman modern ini termasuk masalah terpenting yang dihadapi semua masyarakat di dunia, baik masyarakat muslim maupun non muslim. Hal ini dikarenakan para pemuda dalam masa pertumbuhan fisik maupun mental, banyak mengalami gejolak dalam pikiran maupun jiwa mereka, yang sering menyebabkan mereka mengalami keguncangan dalam hidup dan mereka berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari berbagai masalah tersebut. Dan itu semua tidak mungkin terwujud kecuali dengan (kembali kepada ajaran) agama dan akhlak Islam, yang keduanya merupakan penegak (kebaikan dalam) masyarakat, (sebab terwujudnya) kemaslahatan dunia dan akhirat, dan sebab turunnya berbagai kebaikan dan berkah (dari Allah Ta’ala) serta hilangnya semua keburukan dan kerusakan.
Agama Islam sangat memberikan perhatian besar kepada upaya perbaikan mental para pemuda. Karena generasi muda hari ini adalah para pemeran utama di masa mendatang, dan mereka adalah pondasi yang menopang masa depan umat ini.
Oleh karena itulah, banyak ayat Alquran dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam yang menghasung kita untuk membina dan mengarahkan para pemuda kepada kebaikan. Karena jika mereka baik maka umat ini akan memiliki masa depan yang cerah, dan generasi tua akan digantikan dengan generasi muda yang shaleh, insya Allah[1].
Perhatian besar agama Islam terhadap kebaikan generasi muda

Koreksilah Diri Kita Terlebih Dahului Sebelum Menyalahkan Orang Lain

Jika anda sholat berjam’ah lantas tidak bisa khusyu’ maka jangan salahkan imam, dengan alasan suara sang imam buruk…,
Jika anda berkaca lantas tanpak wajah anda yang kurang rupawan maka jangan
salahkan cermin…
jika anda memiliki rambut yang kurang berkilau maka jangan salahkan sampo yang anda pakai…
jika anda belajar lantas kurang paham apa yang disampaikan guru maka janganlah salahkan sang guru….
jika … , jika….

Belajarlah menyalahkan dan mengoreksi diri sendiri terlebih dahulu sebelum menyalahkan orang lain. Para salaf menasehati agar kita tatkala melihat orang lain berusahalah untuk melihat kebaikan-kebaikan mereka, adapun tatkala melihat diri kita sendiri maka hendaklah kita berusaha melihat kekurangan-kekurangan kita agar kita tidak tertimpa penyakit ujub, dan mengakui serta menghargai kelebihan orang lain, serta berusaha mencari udzur untuk kesalahan orang lain.

Kamis, 10 Februari 2011

Perzinaan Dalam Ber-Valentine – Ustadz Abu Ammar al-Ghoyami

Oleh: Ustadz Abu Ammar al-Ghoyami -hafizhahullah-
Membaca fenomena ber-valentine yang dilakukan oleh sebagian besar umat ini, yang penuh dengan dosa dan kemaksiatan, termasuk perzinaan, serasa tak terbayangkan betapa besarnya kerusakan ber-valentine ini. Hamper tidak ada yang namanya perzinaan melainkan terjadi dan dilakukan oleh mereka yang ber-valentine. Naudzu billahi mina zina.
Pada empat belas abad yang lalu atau lebih, sebagaimana yang disebutkan oleh Abu Huroiroh radhiyallahu anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ


“Telah ditetapkan atas anak Adam (manusia) bagiannya dari zina, ia pasti mendapatinya, tak ada celah untuk menghindar darinya. Kedua mata berzina, zinanya adalah pandangan, dan kedua telinga pun berzina, zinanya adalah mendengar, dan lisan zinanya adalah pembicaraan, dan tangan zinanya adalah memegang, dan kaki zinanya adalah melangkah, dan hati (zinanya) adalah bernafsu dan berhasrat, dan kemaluan yang akan menetapkannya atau mendustakannya.”[i]

Coba bacalah fenomena ber-valentine yang ada, bukankah semua yang disebutkan oleh Rosululoh shallallahu ‘alaihi wasallam di atas benar-benar telah dilakukan?